Bapenda Pasang Target 37 Miliar Untuk PBB

**Pjs Walikota Minta Kedepan Realisasi PAD Bisa Seimbang Dengan APBD

KOMINFO.SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memasang target pengumpulan dana hasil Pajak Bumi Bangunan (PBB) Pedesaan Perkotaan (P2) tahun 2018 sebesar‎ Rp 37,5 Miliar. Target itu sendiri meningkat dari tahun sebelumnya. Dalam event Hari Panutan Pajak yang berlangsung Kamis (1/3) kemarin di Kantor Utama Bank Kaltimtara,Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus, mengatakan kalau dirinya yakin target yang dipasang pihaknya bisa tercapai.”Tahun kemarin saja capaian bisa melebihi target dari Rp 36 miliar bisa terealisasi Rp 38 miliar” ungkapnya. Bahkan dalam hari panutan pajak yang berlangsung sehari dirinya juga optimis bisa tembus diangka Rp 1,5 Miliar. Oleh itu, agar bisa optimal dirinya menaruh harapan besar kepada para Camat dan Lurah sebagai garda depan untuk terus mensosialisasikan kepada warganya agar bisa membayar PBB tepat waktu. Dalam kesempatan pagi itu juga dilakukan pengundian hadiah struk Vaganza bekerjasama dengan Kaltim Post serta beberapa sponsor lainnya dengan hadiah mulai dari TV, sepeda motor hingga ibadah Umroh. Tak hanya itu., dalam momen tersebut juga dibuka loket bagi para undangan yang ingin membayar PBB. Pada kesempatan itu Pjs Walikota Samarinda Zairin Zain dalam arahannya mengakui kendati Bapenda memasang target naik setiap tahun sangat disayangkan persentase belum mencapai 25 persen dengan target PAD keseluruhan. Padahal kata dia, pagu Anggaran APBD Samarinda sendiri sebesar Rp 2 hingga 3 Triliun tapi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak sebagai faktor penyokong hanya tembus diangka Rp 500 Miliar.”Seyogyanya kedepan nanti PAD harus bisa menyeimbangi APBD kota supaya hasil pembangunan kita bisa lebih merata” harapnya. Bahkan ia meminta, target kenaikan yang dipasang untuk satu sektor pajak bisa naik dua kali lipat. “Pasang target kenaikan tidak cukup mencapai 15 persen, tahun depan‎ kalau bisa dua kali lipatnya  30 persen” pintanya. Untuk itu sudah menjadi tugas pegawai sebagai aparatur negara untuk memberi contoh bahkan  mengajak para wajib pajak untuk bayar tepat waktu. Setidaknya Bapenda bisa membuat beberapa terobosan dalam pencapaian yang maksimal. Bagaimana caranya tolong dikaji oleh OPD terkait, Kalau perlu dipersiapkan karpet merah untuk wajib pajak. “Atau kalau sangat memungkinkan buat sistem bayar pajak cukup dari rumah, jadi warga tak perlu lagi datang atau antri, maksudnya supaya mudah dan lebih efektif.    ” urainya.KMF4

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: