
High Level Meeting Triwulan IV Tahun Anggaran 2025
Oleh Bidang Perencanaan & Sistem Informasi
Galeri Dokumentasi
5 Foto




Video Terkait
Optimalkan PAD dan Digitalisasi, Pemkot Samarinda Perkuat Sinergi Menuju Championship P2DD 2026
SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menggelar High Level Meeting (HLM) Evaluasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Evaluasi Pencapaian Target Realisasi PAD, dan Evaluasi Belanja Daerah secara Nontunai Triwulan IV Tahun Anggaran 2025. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah berbasis digital di Kota Tepian.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda menekankan lima poin krusial untuk mempercepat transformasi digital. Beliau menginstruksikan peningkatan kualitas implementasi action plan dan roadmap TP2DD, terutama dalam rangka menyongsong kompetisi Championship P2DD tahun 2026.
"Peningkatan kompetensi SDM dan penguatan koordinasi antar pimpinan terkait implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) adalah kunci. Kita juga mendorong peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai penggerak utama ekosistem digital di Samarinda," tegas beliau.
Capaian Realisasi PAD Melampaui Tren Tahun Sebelumnya
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Bapenda Kota Samarinda memaparkan laporan realisasi pendapatan daerah yang menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan IV 2025, Realisasi Pendapatan Daerah telah mencapai 91,02% dari total target Rp5,5 Triliun. Khusus untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), capaian realisasi menyentuh angka 94,63% dari target Rp1,2 Triliun.
Beberapa poin menonjol dalam komponen PAD meliputi:
- Pajak Daerah: Terealisasi Rp859,6 Miliar (90,11%), mengalami kenaikan signifikan sebesar 25,94% dibanding periode yang sama tahun 2024.
- Retribusi Daerah: Melampaui target dengan capaian 110,62% atau setara Rp192,4 Miliar, naik 17,56% secara year-on-year.
- Lain-Lain PAD yang Sah: Mencapai 122,33% atau sebesar Rp64,7 Miliar.
Dominasi Kanal Digital dalam Transaksi Daerah
Transformasi menuju kota digital semakin nyata terlihat dari pola transaksi masyarakat. Berdasarkan data implementasi ETPD hingga Triwulan IV, penggunaan Kanal Digital (QRIS, VA, Mobile Banking, dan e-Commerce) mendominasi secara mutlak dengan angka 80,35%. Sementara itu, penggunaan kanal konvensional melalui teller hanya tersisa 18,11% dan kanal non-digital (ATM/EDC) sebesar 1,54%.
Tingginya angka penggunaan kanal digital ini membuktikan bahwa masyarakat Samarinda mulai beradaptasi dengan kemudahan transaksi non-tunai. Kedepannya, Bapenda Kota Samarinda berkomitmen untuk terus meningkatkan integrasi sistem dan sinergi lintas sektor demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.

