
Dukungan Akselerasi Digitalisasi: Bapenda Kota Samarinda Hadiri Capacity Building dan Pendampingan Pengisian IETPD Semester I-2026
Oleh Bidang Perencanaan & Sistem Informasi
Galeri Dokumentasi
5 Foto




SAMARINDA — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda terus berkomitmen meningkatkan kualitas serta transparansi pengelolaan keuangan daerah berbasis digital. Sebagai langkah konkrit dalam memperkuat akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Bapenda Kota Samarinda memenuhi undangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur untuk menghadiri agenda Capacity Building dan Pendampingan Pengisian Indeks ETPD (IETPD) Semester I Tahun 2026 serta Penyusunan Roadmap Implementasi ETPD.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Kamis–Jumat, 16–17 Juli 2026, bertempat di Hotel LaPrima, Nusa Tenggara Timur. Agenda tersebut diikuti oleh jajaran Sekretaris Daerah selaku Ketua Harian TP2DD, Bapenda se-Kalimantan Timur, serta perwakilan PT BPD Kaltimtara.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 147 Tahun 2021 tentang Mekanisme Kerja Satgas P2DD. Forum tersebut juga difokuskan untuk memantapkan kesiapan daerah menghadapi evaluasi kinerja tahunan nasional (Championship TP2DD 2026).
Rangkaian acara diawali dengan diseminasi New Indeks ETPD yang dipaparkan langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna mengenalkan penguatan variabel dan kriteria evaluasi kinerja terbaru. Selain itu, Kementerian Dalam Negeri turut memberikan sosialisasi penyusunan roadmap implementasi ETPD.
Guna memperkaya wawasan dan pertukaran strategi (best practice), para peserta menerima pemaparan materi dari BPD Bali serta sharing session dari Pemprov Nusa Tenggara Timur dan Pemkab Manggarai Barat yang membagikan keberhasilan inovasi ekosistem pembayaran digital daerah.
Pada hari kedua, seluruh peserta mendapatkan pendampingan teknis secara intensif dari KPwBI Provinsi Kaltim dalam menginput data Championship/IETPD Semester I-2026. Melalui coaching clinic ini, data transaksi penerimaan dan belanja daerah disinkronkan dan diulas secara komprehensif agar selaras dengan indikator penilaian nasional.
Partisipasi aktif Bapenda Kota Samarinda dalam agenda ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemkot Samarinda, Bank Indonesia, dan Bank Kaltimtara. Hal ini menjadi modal utama Bapenda dalam memperluas kanal pembayaran pajak dan retribusi secara non-tunai (seperti penggunaan QRIS dan pembayaran secara elektronik lainnya) guna mendorong realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda yang akurat, efisien, dan akuntabel.

