Langsung ke konten utama
0812-5504-8488
Detail Berita

Detail Berita

Kembali ke Daftar Berita
Percepat Kemandirian Fiskal dan Digitalisasi Daerah, Pemkot Samarinda Gelar High Level Meeting Evaluasi ETPD, PAD, dan Belanja Nontunai TW II 2026

Percepat Kemandirian Fiskal dan Digitalisasi Daerah, Pemkot Samarinda Gelar High Level Meeting Evaluasi ETPD, PAD, dan Belanja Nontunai TW II 2026

Oleh Bidang Perencanaan & Sistem Informasi

Galeri Dokumentasi

5 Foto
Foto 1
Foto 1
Foto 2
Foto 2
Foto 3
Foto 3
Foto 4
Foto 4
Foto 5
Foto 5

Video Terkait

Memuat video...
KONTEN BERITA

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat digitalisasi tata kelola keuangan daerah dan memperkuat kemandirian fiskal. Hal tersebut diwujudkan melalui agenda High Level Meeting (HLM) Evaluasi Triwulan II Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) di Ruang Maratua Lantai 4 Gedung B, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Pertemuan strategis ini berfokus pada tiga agenda utama, yakni evaluasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), evaluasi pencapaian target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta percepatan implementasi Belanja Daerah secara Nontunai untuk Triwulan II Tahun 2026.

Dalam arahan strategis forum tersebut, ditekankan bahwa kegiatan evaluasi triwulanan ini tidak boleh berjalan sebatas formalitas administratif semata. Forum HLM harus menjadi wadah konkret untuk mengukur capaian realisasi, mengidentifikasi kendala teknis operasional di lapangan, membenahi kelemahan sistem, serta memastikan seluruh rencana aksi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dapat dieksekusi secara nyata.

Capaian Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah TW II 2026

Hingga Triwulan II TA 2026, realisasi total Pendapatan Daerah Kota Samarinda tercatat sebesar 36,22% dari target keseluruhan Rp3,8 Triliun. Dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), capaian telah menyentuh angka 40,88% dari target Rp1,4 Triliun. Sementara itu, komponen Pendapatan Transfer terealisasi 33,77% dari target Rp2,4 Triliun, serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah terealisasi 2,49% dari target Rp14 Miliar.

Dari sisi belanja, realisasi Belanja Daerah Triwulan II Tahun 2026 telah mencapai Rp1 Triliun atau setara 27,52% dari total pagu anggaran daerah sebesar Rp3,9 Triliun. Untuk penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) / Kartu Kredit Indonesia (KKI), Kota Samarinda mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,18 Miliar (99 volume transaksi) dengan 16 Perangkat Daerah yang telah aktif memanfaatkan KKPD dalam operasional belanja daerahnya.

Samarinda Pimpin Dominasi Digitalisasi Finansial Kaltim

Tren positif ditunjukkan oleh kepatuhan masyarakat dan efektivitas transaksi ekosistem digital di Samarinda. Pembayaran ETPD Pajak dan Retribusi Daerah Kota Samarinda hingga TW II ini didominasi oleh Kanal Digital sebesar 94,09% (melalui Mobile/Internet/SMS Banking Virtual Account, QRIS, dan e-Commerce). Adapun pemanfaatan Kanal Konvensional (teller) tersisa 13,71%, dan Kanal Non-Digital (ATM/EDC) sebesar 0,76%.

Prestasi ini mengukuhkan Kota Samarinda sebagai kota kedua terbesar pendominasi transaksi QRIS di Kalimantan Timur per Juni 2026 dengan kontribusi mencapai 35% dari total volume transaksi di Kaltim. Selain itu, berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemda (IETPD) Semester II - 2025, Kota Samarinda sukses mempertahankan posisi di Tahap Digital dengan skor mencapai 98,8%, menjadikannya Pemerintah Daerah dengan pencapaian IETPD tertinggi di seluruh Provinsi Kalimantan Timur.

WA Center Bapenda
Senin - Jumat: 08.00 - 15.00 WITA