
Perkuat Akselerasi Transaksi Digital Daerah, Bapenda Kota Samarinda Ikuti Capacity Building Studi Tiru ETPD dan Roadmap TP2DD di Jakarta
Oleh Bidang Perencanaan & Sistem Informasi
Galeri Dokumentasi
2 Foto

Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berkomitmen terus mengakselerasi digitalisasi pengelolaan keuangan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menghadiri kegiatan Capacity Building Studi Tiru Strategi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Program Unggulan, serta Penyusunan Roadmap Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur pada 29 hingga 30 Oktober 2026 di Jade Room, Hotel Fairmont Jakarta.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 147 Tahun 2021, sekaligus merespons arahan Rapat Koordinasi Nasional P2DD. Forum ini dirancang untuk memperkuat kapasitas anggota TP2DD di wilayah Kalimantan Timur dalam mengoptimalkan implementasi transaksi non-tunai pemerintah daerah, merumuskan program unggulan, dan menyusun peta jalan digitalisasi yang terukur dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Setya Dodi selaku Asisten Direktur. Pada hari pertama, sesi panel diskusi berfokus pada strategi implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) serta dukungan Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, BPKAD Kota Bogor, dan PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara). Sesi berikutnya mengupas kisah sukses perluasan ETPD melalui pemaparan best practice dari Bapenda Provinsi DKI Jakarta, Bapenda Kota Tangerang Selatan, dan Bapenda Kabupaten Tangerang.
Memasuki hari kedua, peserta memperoleh pendalaman teknis mengenai metodologi penyusunan Roadmap ETPD langsung dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Agenda kemudian ditutup dengan pemaparan strategi inovasi program unggulan melalui Lomba Digitalisasi Pasar di DKI Jakarta oleh KPw Bank Indonesia DKI Jakarta bersama Perumda Pasar Jaya. Melalui keikutsertaan ini, disepakati pentingnya penguatan koordinasi antara Satgas Pusat, Bank Indonesia, dan TP2DD se-Kalimantan Timur melalui evaluasi berkala dan pendampingan terstruktur. Pengetahuan serta strategi yang diperoleh dari studi tiru ini menjadi acuan strategis bagi Bapenda Kota Samarinda dalam mematangkan penyusunan roadmap ETPD serta memperluas digitalisasi pendapatan daerah secara terintegrasi dan akuntabel.

